Inilah 8 Alasan Wanita Belum Melepaskan Masa Lajangnya

 Usia akan terus bertambah, begitu pula dengan keinginan manusia. Anda sebagai wanita pasti mendambakan hidup di kelilingi keluarga kecil yang anda bagun dengan calon suami anda. Namun, tidak semua wanita berpikiran dengan demikan. Masih banyak kendala dan tidak niat untuk membangun rumah tangga yang selayaknya. Apakah mungkin diantara anda ada yang demikian? Atau teman, sahabat, dan kolega anda yang mengalaminya? Tentu anda akan bertanya-tanya apa sih alasan yang kuat untuk membuat seorang wanita belum ingin melepaskan masa lajangnya. Karena jika langsung bertanya kepada yang bersangkutan, rasanya akan membuat hati si yang punya sakit, marah, sedih, atau anda yang bertanya justru tidak enak. Nah, berikut 8 alasan wanita belum ingin melepaskan masa lajangnya.

8 Alasan Wanita Belum Melepaskan Masa Lajangnya

1. Belum memiliki kekasih

 Alasan utama wanita belum memutuskan untuk menikah adalah belum memiliki kekasih, di sinilah rasa tidak enak, jika salah satu orang terdekat bertanya. Wanita jelas tidak akan memikirkan menikah dulu sebelum menemukan dambaan hatinya yang terbaik bagi dirinya sendiri dan keluarga besar tentunya.

2. Masih terbiasa untuk makan di luar

Banyak kebiasan wanita lajang yang membuatnya untuk enggan menikah, salah satunya adalah makan di luar rumah. Wanita lajang yang biasanya pulang larut malam, apalagi kost tentu tidak ingin kerepotan. Cara terbaiknya dengan makan atau mengisi perut di tempat makan yang tentunya dapat membuat kepuasan. Selain itu, ada penelitian yang menyimpulkan bahwa rata-rata para wanita lajang akan dapat menghabiskan uang yang jauh lebih besar untuk sekali jajan ataupun makan, karena di pikirannya hanya memikirkan dirinya sendiri saja.

3. Belum siap untuk hidup susah

Para wanita lajang masih suka berleha-leha dalam hidupnya, bagi wanita lajang mereka akan sering berpikir ketimbang naik bus lebih baik memilih naik taksi dengan alasan lebih nyaman, lebih mewah, dan gengsi yang tinggi. Lalu di saat makan, para wanita lajang akan lebih besar untuk memilih food court dibanding dengan makan di kantin yang sederhana dan bisa dikatakan sehat. Gaya hidup inilah yang membuat para wanita lajang akan asyik mempertahankan hingga waktu yang belum pasti dan kemungkinan besar lama.

4. Menghabiskan gaji yang cukup banyak

Gaji seorang wanita lajang tentu masih banyak, dan kebiasan buruk wanita yang bukan menjadi rahasia umum lagi adalah shopping. Inilah yang membuat wanita beroikir 2 kali untuk melepaskan masa lajangnya. Menurutnya selama rekening masih dalam keadaan gendut dan berisi penuh, kegiatan yang berkaitan erat dengan hobi wanita yaitu belanja pun akan berjalan terus. Wanita lajang akan mudah berperasaan “uang saya masih banyak, habiskan saja dulu” kebanyaan uang inilah yang seringkali membuat wanita lajang keasyikan menggunakan uangnya. Keadaan seperti ini yang mengikat dan sangat sulit dihindari para wanita lajang, maka alasan yang satu ini dapat dihilang secara bertahap.

5. Belum memikirkan memiliki aset
Para wanita lajang lebih suka menghabiskan uangnya daripada memiliki asset untuk masa depannya. Dengan demikian rata-rata wanita lajang lupa menyimpan buku tabungan, tagihan-tagihan kartu kredit, dan surat-surat berharga lainnya yang berhubungan dengan keuangan mereka. Yang lambat laun akan berdampak buruk bagi kesejahteraan uang mereka.

6. Belum memiliki rekening tabungan

Para lajang tidak ingin kerepotan dalam memiliki rekenang, maka dengan mudah saja wanita lajang menggabungkan tabungan, dana cadangan, biaya kesehatan, dan berbagai biaya hidup di dalam satu rekening. Akibatnya pengeluarannya akan sulit terdeteksi dan akhirnya simpanan akan terpakai untuk belanja, rekening tabungan menjadi tidak ada.

7. Tergoda rayuan kartu kredit

 Saat ingin membuat kartu kredit, banyak sekali promosi-promosi kartu kredit yang semakin hari makin memanas. Tentu membuat seseorang apalagi wanita lajang akan merasa terbantu berhemat, karena berbagai diskon yang ditawarkan. Mulai dari diskon belanja, diskon kuliner, membeli barang elektronik, diskon treatment dan diskon lain-lain. Padahal jika dikaji ulang, apa yang telah dibeli tersebut sebenarnya bukanlah kebutuhan yang paling utama, melainkan demi memenuhi kepuasannya saja.

Mau Berlangganan Contoh Surat Terbaru dari Kami?